Tips Memilih Keyword SEO sesuai Kapasitas Web Client

Moch. Nasikhun Amin
4 min readMar 28, 2022
Photo by Headway on Unsplash

Keyword ‘kata kunci’ merupakan faktor paling krusial dalam rentetan strategi Search Engine Optimization (SEO). Keyword yang tepat untuk audiens yang tepat dapat meningkatkan traffic pada konten dan website. Sehingga dalam bisnis produk ataupun layanan secara online, keyword yang tepat dan sesuai dengan bisnis menjadi penting. Agar bisnis tersebut dapat dipertemukan dengan market atau pasar yang tepat.

Namun dalam memilih keyword untuk bisnis klien kita tidak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Berikut tips dalam memilih keyword yang sesuai dengan kapasitas web klien.

1. Pahami layanan atau produk

Dalam memilih keyword untuk klien, kita harus memahami dulu layanan atau produk yang ditawarkan klien kita. Lakukan riset terhadap bisnis klien kita hingga kita benar-benar memahami. Pastikan bahwa kita paham tentang:

  • Produk, layanan atau solusi yang ditawarkan
  • Lokasi atau area layanan
  • Demografi
  • Industri yang mereka layani (jika industrinya B2B)
  • Fitur yang ditawarkan (jika produknya berbasis software)

2. Brainstorming tentang Seed Keyword

Setelah kita memahami produk atau layanan klien kita, selanjutnya kita bisa melakukan brainstorming dengan membuat list seed keyword. Seed keyword merupakan keyword inti yang menjadi bibit kita mencari keywords lain yang relevan. Dalam tahap ini kita bisa memasukkan kata kunci apapun. Jangan membatasi diri dulu.

Cara-cara yang bisa membantu mendapatkan kata kunci antara lain:

  • Berpikir sebagai customer dari klien kita. Untuk bisa berpikir sebagai customer, kita harus mengidentifikasi audiensnya. Letakkan perspektif kita sebagai pelanggan. Dari sana, kita bisa mendapat keywords. Caranya dengan mempertanyajan, “jika kita ingin menemukan salah satu jasa atau produk ini, apa yang akan kita tulis di Google?”
  • Selain itu kita juga bisa bertanya pada orang lain, seperti teman, keluarga, atau pelanggan yang sudah ada. Ini bertujuan untuk mendapatkan opini dari mereka tentang frasa yang mungkin mereka gunakan untuk melakukan pencarian.
  • Membuat buyer/customer persona — deskripsi yang detail tentang seseorang yang mencerminkan target audiens kita. Persona ini adalah fiksi, namun diciptakan berdasarkan riset terhadap audiens kita yang sudah ada atau audiens yang diinginkan.

3. Pelajari kompetitor

Buat list yang berisi kompetitor utama dari bisnis kita. Selanjutnya, kita kunjungi website mereka dengan tujuan untuk melihat keywords yang mereka sasar. Cara melihat sasaran keyword mereka adalah dengan membaca konten yang ada dan melihat tagar.

Dengan melihat keyword yang digunakan kompetitor, kita bisa mendapat dua keuntungan:

  • Kita bisa melihat keyword apa yang mungkin kita lupa tidak gunakan.
  • Kita juga bisa memperluas list ide keyword.

4. Pahami long-tail keywords

Long tail keyword adalah kombinasi lebih dari 3 kata. Jika dilihat pada variabel search volume, long-tail keyword memang tergolong rendah dibanding short-tail keyword.

Namun long-tail keyword dapat menaikkan traffic, tidak terlalu kompetitif, dan mudah untuk mendapat rangking di Search Engine Result Page (SERP). Pilih long-tail keyword yang dapat membantu menspesifikasikan produk atau layanan klien kita.

5. Gunakan Keyword Research Tools.

Kemudian, lemparkan kata kunci tersebut ke keyword research tools. Kita melakukan keyword research. Jika kita menggunakan Google Keyword Planner, kita bisa menggunakannya untuk melakukan riset terhadap potensi target keyword kita.

Dengan alat semacam ini, dan juga alat-alat keyword research tool yang lainnya, kita bisa mendapatkan data. Data yang bisa kita dapat antara lain volume dan trend keywords, tingkat kompetisi keyword, keyword yang mirip dan banyak lagi.

6. Analisa Hasilnya

Setelah memilih keyword, jangan lupa untuk mengamati dan menganalisa hasilnya. Terkadang ada keyword yang sedang trending, atau keyword baru yang digunakan kompetitor. Caranya dengan melihat search intent dan dihubungkan dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Lebih dalam tentang search intent dapat dibaca di sini.

Jangan lupa gunakan keywords-nya kapanpun. Masukkan keyword tersebut ke dalam blog post, post sosial media, tagar, dan konten website.

7. Komunikasi dengan Client

Selalu mengkomunikasikan setiap langkah pada klien. Konfirmasi bahwa mereka setuju dengan langkah yang diambil. Berikut beberapa variabel yang penting ketika menunjukkan riset keyword kepada klien:

  • Seed keyowords
  • Long tail keywords
  • Semua keyword sinonim, modifier dan variasi.
  • Search volume bulanan
  • Data Cost per click (CPC)
  • Keyword Difficulty (KD)
  • Analisa kompetitor
  • Tipe konten di mana keyword tersebut ditargetkan
  • Keyword prioritas

Kesimpulan

Memilih keyword SEO membutuhkan strategi yang baik. Memahami bisnis dari klien, entah itu berupa produk atau jasa, adalah langkah awal sebelum memilih keyword SEO. Dengan pemahaman yang baik dan komorehensif, kita bisa mendapat ide untuk memulai brainstorming seed keyword.

Kemudian, baru kita bisa menganalisa keyword yang disasar oleh kompetitor. Hal itu memperkaya daftar keyword kita. Tentu saja praktik ini dibarengi dengan menggunakan keyword research tools. Sehingga kita bisa mendapat ide untuk long-tail keyword. Dan jangan lupa untuk selalu mengkomunikasikan langkah yang diambil bersama klien.

Begitulah cara memilih keyword SEO untuk klien.

Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.

Referensi

--

--